Thursday, January 27, 2011

Seren Tahun 2011

Acara puncak tradisi Seren Taun Guru Bumi di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Minggu (23/1/2011). Tradisi Sunda ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas panen hasil bumi selama satu tahun terakhir. Acara ini diselenggarakan dalam berbagai acara yang dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pukul 13.00

Pagi hari diawali dengan helaran dongdang atau arak-arakan hasil bumi dihiasi aneka dengan aneka hasil bumi mulai dari padi, jagung, buah dan sayuran yang diikuti masyarakat desa setempat. Pawai ini diikuti oleh barisan pembawa rengkong (padi) hasil panen, para sesepuh adat atau kokolot, serta rombongan kesenian. sebagai puncak acara dilanjutkan dengan acara memasukkan padi ke lumbung Ratna Inten (majiekeun pare ayah) di kawasan Kampung Budaya Sindang Barang.

Hasil bumi yang dibawa tersebut akan diperebutkan oleh warga sambil diiringi pertunjukkan kesenian berupa pencak silat, tetabuhan angklung, tari-tarian adat, barongsai dan barong bali.

Ribuan masyarakat tampak sangat antusian dalam mengikuti acara arak-arakan heleran dongdang (panen hasil bumi). Mulai dari dewasa sampai anak-anak. Tidak hanya masyarakat setempat namun juga banyak wisatawan lokal maupun asing ikut mengikuti prosesi ini. Selain memiliki nilai budaya acara ini juga memiliki daya tarik wisata yang bagus jika dikembangkan tentunya akan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Agung Pambudhy













Saturday, October 2, 2010

Drama Tari Topeng Khon dari Thailand

Drama tari topeng Khon yang berasal dari Thailand dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (2/10/10). Drama tari ini berjudul "Penculikan Shinta dan Pertempuran Kerajaan" yang bersumber dari kisah Ramakien atau Ramayana. Pertunjukan ini dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Thailand dan Indonesia. 


 



 





 

Thursday, October 22, 2009

Panen Kacang Tanah

Banjarnegara, Tampak puluhan warga Desa Gadunglekor, Purworejo Klampok Banjarnegara bergotong royong memanen kacang tanah milik salah seorang warga, Kamis (22/10). Baik Pria dan wanita, tua maupun muda bahkan anak-anak terlihat bersemangat dan bergembira melakukan panen kacang tanah. Luas tanah tanaman yang dipanen seluas 700 m2. Mereka dibayar sesuai dengan kesepakatan bersama yaitu setiap 10 kg yang dipetik mereka mendapatkan 1 kg kacang tanah yang dapat dijual Rp 4.500. Kecil memang jika dibandingkan dengan keringat yang mereka keluarkan namum hal ini mereka lakukan bukan semata-mata untuk mendapatkan uang namun sebagai bentuk gotong royong dan solidaritas antar warga. "Ini dilakukan bukan untuk mencari uang semata namun juga sebagai bentuk solidaritas dan gotong royong" Ujar Salah satu warga Maryatun (45). Ditengah derasnya arus modernisasi yang cenderung membuat orang bersifat individualis budaya seperti ini tetap terus mereka pertahankan dengan cara setaip kali ada warga yang hendak panen mereka lakukan dengan bergotong royong.
Sebuah tradisi yang menarik dan patut dilestarikan serta dicontoh guna meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan diantara warga.  (Agung Pambudhy).

Suasana Panen Kacang


Menunjukkan Hasil Penen
 Menimbang
Adik Kecilpun Ikut Membantu


Nenekpun Ikut Bergotong Royong

Menyortir Kacang

Potrait Buruh Tani Kacang Tanah

Tangan Terampil