Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Thursday, March 22, 2012

Kabaret Oriental "Anak Emas Juragan Batik"

Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company bekerja sama dengan Djarum Bakti Budaya kembali menghadirkan suguhan apik, kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik". Bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, acara ini berlangsung dari 20 hingga 24 Maret 2012. 

Pagelaran ini bercerita tentang kehidupan keluarga Peranakan Cina di Indonesia yaitu keluarga besar Hwang Cin Hin yang memiliki usaha batik. Anggota keluarga itu sering mengggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi. Robert (Uli Herdinansyah), anak dari Lusiana Cheng (Chyntia Lamusu), istri keempat Hwang, mencari cara untuk menyelamatkan perusahaan. Namun, sepak terjang Robert dicurigai keluarganya. Konflik sederhana ini dibawakan dengan gaya kontemporer dalam dialog, tari, dan lagu. 

Koreografi indah penuh warna khas EKI Dance Company, serta tata panggung yang apik memanjakan mata. Kejutan-kejutan tak terduga, seperti penampilan Kelompok Sahita (Cempluk, Atik, Inong, Ting), 4 mbok yang pandai menari dan melontarkan celetukan-celetukan lucu, menawarkan keasyikan yang berbeda. 

Dalam pengelaran ini ada beberapa artis dan aktor yang terlibat di dalamnya seperti Sarah Sechan, Uli Herdiansyah, Cynthia Lamusu, Bayu Oktra, dan Ary Kirana. 

Teks dan Foto : Agung Pambudhy 

Cyntia Lamusu saat berperan dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.

Sarah Sechan (kiri) dan Connie Novia beradu peran dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.
 
Penari Eky Dance Company saat tampil dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.
Uli Herdiansyah dan Baktiar Wijaya saat berperan dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.



Cyntia Lamusu dan Uli Herdiansyah saat berperan dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.

Pemain teater dari Eky Dance Company berperan dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.

Cyntia Lamusu saat berperan dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.
 

Nala Amrytha dan Ary Kirana saat berperan dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.


Pemain teater dari Eky Dance Company berperan dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.
Pemain teater dari Eky Dance Company berperan dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.

Kelompok Sahita berperan dalam gladi resik pementasan kabaret oriental bertajuk "Anak Emas Juragan Batik" di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, Senin (19/3). Dalam pementasan yang akan berlangsung tanggal 20-24 maret 2012 EKI Dance Company memadukan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya akan sentuhan Cina peranakan Indonesia.





Friday, November 18, 2011

Kabaret Keroncong Untuk Veteran Indonesia

Bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, pentas bertajuk 'Kabaret Keroncong' digelar. Pentas ini merupakan satu bentuk apresiasi terhadap para veteran dan kebudayaan Indonesia.

Sejumlah seniman terlibat seperti Lukman Sardi, Ary Kirana, Ratna Listy, Wawan 'Teamlo', kelompok teater Sahita Solo, Ade Firman Hakim, dan Eki Dance Company.

Bekerja sama dengan Maudy Koesnaedi dan Oleg Sanchabackhtiar, Iwet Ramadhan mengajak sekitar 150 veteran menonton. Para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia DKI Jakarta itu terlihat antusias, bahkan tak sungkan turut bernyanyi saat musik keroncong mulai menggema.



  
  

Monday, October 24, 2011

Pentas Beta Cinta Indonesia Karya Guruh Soekarno Putra

Menandai 40 tahun kiprah dan dedikasi Guruh Sukarno Putra terhadap karya seni di Tanah Air, Guruh bersama Kinarya GSP dan menggandeng Djarum Apresiasi Budaya mementaskan sebuah pergelaran yang mengusung tema "Beta Cinta Indonesia" di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 21-23 Oktober 2011.

Pementasan ini merupakan rangkuman dari petikan-petikan pergelaran terbesar yang pernah dibuat oleh Guruh selama empat dekade ini. Seperti seni tari, seni musik, mencipta lagu, melukis, dan membatik. Semuanya dikemas secara apik dalam suatu pertunjukan seni musik dan tari.

Friday, August 26, 2011

Mudik Jalur Laut
Puncak arus mudik dengan menggunakan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta terjadi pada, Jum'at (26/8/2011). Menurut Manajer Terminal Penumpang Nusantara Pura Suswibowo mengatakan penumpang yang telah diberangkatkan mencapai 10.000 orang atau naik 10 kali lipat dibanding hari biasa. ribuan penumpang ini didominasi oleh penumpang dengan tujuan kota di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Mereka memilih menggunakan tranportasi laut karena jauh lebih murah yang hanya Rp 575.000 untuk tujuan Ambon dibandingkan dengan harga tiket pesawat udara yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Mereka rela berdesak-desakan untuk bisa masuk dan terangkut dikapal KM Lembalu tujuan Tanjung Priok-Surabaya-Makasar-Baubau-Ambon-Namlea-Bitung-Ternate.Banyak dari mereka yang membawa barang bawaan yang banyak mulai dari Pakaian, kasur, televisi bahkan hingga kulkas. Banyak barang bawaan elektronik ini dibawa kekampung halaman sebagai buah tangan hasil bekerja selama di Jakarta, Seperti yang dikatakan Amru pemudik tujuan Ambon "Saya bawa televisi ini sebagai buah hasil kerja selama di Jakarta".

Jumlah penumpang kapal laut tahun ini diprediksi naik sebesar dua persen. Tahun 2010 lalu, jumlah total penumpang kapal laut yang mudik sebanyak 602.395 orang dan tahun 2011 ini diperkirakan naik hingga 614.443 orang.

Foto & Teks Agung Pambudhy










Tuesday, July 19, 2011

FESTIVAL INTERNASIONAL MUSIK SUFI 2011 - Mendekatkan Diri pada Tuhan lewat Seni

Musik dan tari sufi selama ini memang tidak setenar musik maupun tari lain.Kalaupun ada sejumlah tari atau musik sufi yang sudah akrab di telinga masyarakat,toh mereka biasanya belum mengerti bahwa itu salah satu contoh seni sufi.Tari khas Aceh saman misalnya kental dengan makna berserah diri kepada sang Pencipta yang merupakan salah satu ciri khas sufi. Pada Festival Internasional Musik Sufi yang baru pertama kali digelar di Indonesia di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki,Jakarta,Senin (18/7) malam,tari saman dikolaborasikan dengan tari zapin asal Timur Tengah.

Adapun untuk tari,salah satu yang cukup terkenal di tingkat internasional adalah tari sema.Ini merupakan tarian asal Turki karya penganut sufi terkenal Jalaluddin Rumi. Tari yang memiliki gerakan memutar ini menjadi medium mengekspresikan kecintaan para darwis atau penari kepada Tuhan.

Penarinya mengenakan kostum khas.Jubah hitam menyelimuti tubuh dan bertopi panjang.Jubah yang menyelimuti tubuh itu merupakan tabir dari jubah putih yang menjadi simbol kesucian iman.Sekali tarik,tanggallah jubah hitam itu.Lantas penari mulai bergerak memutar.

Saat memutar seperti gasing, jubah putih itu mengembang laksana payung. Bergelombang mengikuti cepat lambatnya gerakan.Sementara kepala penari meneleng dan tangan menengadah ke atas. Gerakan itu diiringi musik yang menghanyutkan.Walau berlangsung hingga puluhan menit,para penari tidak limbung, apalagi terjatuh.
Teks & Foto Agung Pambudhy

Tarian Sema. Delagasi Turki membawakan tarian sema di Festival Internasional Musik Sufi 2011 di teater besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (18/7). Tarian Sema (Whirling Dervishes) merupakan tarian Sufi yang sangat religius, merupakan inspirasi dari filsuf dan penyair Turki Maulana Jalaluddin Rumi.

TARIAN SEMA. Delegasi Turki membawakan tarian Sema pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Tarian Sema (Whirling Dervishes) merupakan tarian Sufi yang sangat religius, merupakan inspirasi dari filsuf dan penyair Turki Maulana Jalaluddin Rumi 

DELEGASI INDONESIA. Delegasi Indonesia menampilkan kolaborasi tarian dan musik religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Sufi adalah salah satu upaya eorang muslim mendekatkan diri kepada sang Pencipta dan festival ini diikuti enam negara yakni Turki, Maroko, Pakistan, Iran, Mesir dan tuan rumah Indonesia

DELEGASI INDONESIA. Delegasi Indonesia menampilkan kolaborasi tarian dan musik religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Sufi adalah salah satu upaya eorang muslim mendekatkan diri kepada sang Pencipta dan festival ini diikuti enam negara yakni Turki, Maroko, Pakistan, Iran, Mesir dan tuan rumah Indonesia

DELEGASI IRAN. Delegasi Iran membawakan lagu-lagu religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Grup musik ini bernama Syur (Abadi) dan berasal dari Teheran Ibu Kota Iran.

DELEGASI MAROKO. Delegasi Maroko membawakan lagu-lagu religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Grup musik ini berasal dari sebuah desa di perbatasan Maroko dan Spanyol 

 
DELEGASI MESIR. Delegasi dari Mesir membawakan lagu-lagu religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7).

DELEGASI PAKISTAN. Delegasi dari Pakistan membawakan lagu-lagu religi yang bernuansa hindi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). 
 
SENI LUKIS PASIR. Fauzan berunjuk kepiawaiannya melukis pasir dengan tema-tema Islami pada peresmian Pusat Kebudayaan Islam di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (18/7) . Ibu kota Republik Indonesia, Jakarta ditetapkan sebagai pusat kebudayaan Islam untuk wilayah Asia 

TARI SAMAN ZAPIN. Tarian Saman zapin mengawali pembukaan Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Sufi adalah salah satu upaya seorang muslim mendekatkan diri kepada sang Pencipta dan festival ini diikuti enam negara yakni Turki, Maroko, Pakistan, Iran, Mesir dan tuan rumah Indonesia. 

Tari Saman. Penari dari sanggar seni tari Pravitasari membawakan tari saman asal Aceh di teater kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta (18/7). Ibu kota Republik Indonesia, Jakarta ditetapkan sebagai pusat kebudayaan Islam untuk wilayah Asia oleh Scientific and Cultural Organization (ISESCO).

Thursday, January 27, 2011

Seren Tahun 2011

Acara puncak tradisi Seren Taun Guru Bumi di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Minggu (23/1/2011). Tradisi Sunda ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas panen hasil bumi selama satu tahun terakhir. Acara ini diselenggarakan dalam berbagai acara yang dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pukul 13.00

Pagi hari diawali dengan helaran dongdang atau arak-arakan hasil bumi dihiasi aneka dengan aneka hasil bumi mulai dari padi, jagung, buah dan sayuran yang diikuti masyarakat desa setempat. Pawai ini diikuti oleh barisan pembawa rengkong (padi) hasil panen, para sesepuh adat atau kokolot, serta rombongan kesenian. sebagai puncak acara dilanjutkan dengan acara memasukkan padi ke lumbung Ratna Inten (majiekeun pare ayah) di kawasan Kampung Budaya Sindang Barang.

Hasil bumi yang dibawa tersebut akan diperebutkan oleh warga sambil diiringi pertunjukkan kesenian berupa pencak silat, tetabuhan angklung, tari-tarian adat, barongsai dan barong bali.

Ribuan masyarakat tampak sangat antusian dalam mengikuti acara arak-arakan heleran dongdang (panen hasil bumi). Mulai dari dewasa sampai anak-anak. Tidak hanya masyarakat setempat namun juga banyak wisatawan lokal maupun asing ikut mengikuti prosesi ini. Selain memiliki nilai budaya acara ini juga memiliki daya tarik wisata yang bagus jika dikembangkan tentunya akan mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Agung Pambudhy