Friday, August 26, 2011

Mudik Jalur Laut
Puncak arus mudik dengan menggunakan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta terjadi pada, Jum'at (26/8/2011). Menurut Manajer Terminal Penumpang Nusantara Pura Suswibowo mengatakan penumpang yang telah diberangkatkan mencapai 10.000 orang atau naik 10 kali lipat dibanding hari biasa. ribuan penumpang ini didominasi oleh penumpang dengan tujuan kota di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Mereka memilih menggunakan tranportasi laut karena jauh lebih murah yang hanya Rp 575.000 untuk tujuan Ambon dibandingkan dengan harga tiket pesawat udara yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Mereka rela berdesak-desakan untuk bisa masuk dan terangkut dikapal KM Lembalu tujuan Tanjung Priok-Surabaya-Makasar-Baubau-Ambon-Namlea-Bitung-Ternate.Banyak dari mereka yang membawa barang bawaan yang banyak mulai dari Pakaian, kasur, televisi bahkan hingga kulkas. Banyak barang bawaan elektronik ini dibawa kekampung halaman sebagai buah tangan hasil bekerja selama di Jakarta, Seperti yang dikatakan Amru pemudik tujuan Ambon "Saya bawa televisi ini sebagai buah hasil kerja selama di Jakarta".

Jumlah penumpang kapal laut tahun ini diprediksi naik sebesar dua persen. Tahun 2010 lalu, jumlah total penumpang kapal laut yang mudik sebanyak 602.395 orang dan tahun 2011 ini diperkirakan naik hingga 614.443 orang.

Foto & Teks Agung Pambudhy










Tuesday, July 19, 2011

FESTIVAL INTERNASIONAL MUSIK SUFI 2011 - Mendekatkan Diri pada Tuhan lewat Seni

Musik dan tari sufi selama ini memang tidak setenar musik maupun tari lain.Kalaupun ada sejumlah tari atau musik sufi yang sudah akrab di telinga masyarakat,toh mereka biasanya belum mengerti bahwa itu salah satu contoh seni sufi.Tari khas Aceh saman misalnya kental dengan makna berserah diri kepada sang Pencipta yang merupakan salah satu ciri khas sufi. Pada Festival Internasional Musik Sufi yang baru pertama kali digelar di Indonesia di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki,Jakarta,Senin (18/7) malam,tari saman dikolaborasikan dengan tari zapin asal Timur Tengah.

Adapun untuk tari,salah satu yang cukup terkenal di tingkat internasional adalah tari sema.Ini merupakan tarian asal Turki karya penganut sufi terkenal Jalaluddin Rumi. Tari yang memiliki gerakan memutar ini menjadi medium mengekspresikan kecintaan para darwis atau penari kepada Tuhan.

Penarinya mengenakan kostum khas.Jubah hitam menyelimuti tubuh dan bertopi panjang.Jubah yang menyelimuti tubuh itu merupakan tabir dari jubah putih yang menjadi simbol kesucian iman.Sekali tarik,tanggallah jubah hitam itu.Lantas penari mulai bergerak memutar.

Saat memutar seperti gasing, jubah putih itu mengembang laksana payung. Bergelombang mengikuti cepat lambatnya gerakan.Sementara kepala penari meneleng dan tangan menengadah ke atas. Gerakan itu diiringi musik yang menghanyutkan.Walau berlangsung hingga puluhan menit,para penari tidak limbung, apalagi terjatuh.
Teks & Foto Agung Pambudhy

Tarian Sema. Delagasi Turki membawakan tarian sema di Festival Internasional Musik Sufi 2011 di teater besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (18/7). Tarian Sema (Whirling Dervishes) merupakan tarian Sufi yang sangat religius, merupakan inspirasi dari filsuf dan penyair Turki Maulana Jalaluddin Rumi.

TARIAN SEMA. Delegasi Turki membawakan tarian Sema pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Tarian Sema (Whirling Dervishes) merupakan tarian Sufi yang sangat religius, merupakan inspirasi dari filsuf dan penyair Turki Maulana Jalaluddin Rumi 

DELEGASI INDONESIA. Delegasi Indonesia menampilkan kolaborasi tarian dan musik religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Sufi adalah salah satu upaya eorang muslim mendekatkan diri kepada sang Pencipta dan festival ini diikuti enam negara yakni Turki, Maroko, Pakistan, Iran, Mesir dan tuan rumah Indonesia

DELEGASI INDONESIA. Delegasi Indonesia menampilkan kolaborasi tarian dan musik religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Sufi adalah salah satu upaya eorang muslim mendekatkan diri kepada sang Pencipta dan festival ini diikuti enam negara yakni Turki, Maroko, Pakistan, Iran, Mesir dan tuan rumah Indonesia

DELEGASI IRAN. Delegasi Iran membawakan lagu-lagu religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Grup musik ini bernama Syur (Abadi) dan berasal dari Teheran Ibu Kota Iran.

DELEGASI MAROKO. Delegasi Maroko membawakan lagu-lagu religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Grup musik ini berasal dari sebuah desa di perbatasan Maroko dan Spanyol 

 
DELEGASI MESIR. Delegasi dari Mesir membawakan lagu-lagu religi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7).

DELEGASI PAKISTAN. Delegasi dari Pakistan membawakan lagu-lagu religi yang bernuansa hindi pada Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). 
 
SENI LUKIS PASIR. Fauzan berunjuk kepiawaiannya melukis pasir dengan tema-tema Islami pada peresmian Pusat Kebudayaan Islam di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (18/7) . Ibu kota Republik Indonesia, Jakarta ditetapkan sebagai pusat kebudayaan Islam untuk wilayah Asia 

TARI SAMAN ZAPIN. Tarian Saman zapin mengawali pembukaan Festival Internasional Musik Sufi di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (19/7). Sufi adalah salah satu upaya seorang muslim mendekatkan diri kepada sang Pencipta dan festival ini diikuti enam negara yakni Turki, Maroko, Pakistan, Iran, Mesir dan tuan rumah Indonesia. 

Tari Saman. Penari dari sanggar seni tari Pravitasari membawakan tari saman asal Aceh di teater kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta (18/7). Ibu kota Republik Indonesia, Jakarta ditetapkan sebagai pusat kebudayaan Islam untuk wilayah Asia oleh Scientific and Cultural Organization (ISESCO).